Posted by Shalha Nurul Afifah
» Friday, February 20, 2015
Sudah sejak pagi buta, banyak orang-orang berlalu lalang beratribut serba merah seperti semut-semut berjejer. Mereka berlalu lalang sekitar area depan kampus. Tak lain adalah panitia pelaksana Bedah Film tanda tanya yang diadakan oleh Forum Demokrasi Mahasiswa (FORDEM). Sebagian telah bersiap jaga di aula depan, yang merupakan lokasi terlaksananya agenda besar tersebut. Sebagian lagi berjaga di sekitar lokasi bazar buku di depan aula. Pemandangan itu sontak mencuri perhatian warga kampus yang berlalu lalang.
Hari itu, terlaksananya kegiatan Bedah Film Tanda Tanya, merupakan kebanggaan tersendiri bagi rakyat FORDEM. Karena melalui agenda tersebut, mereka bisa senantiasa menjalin silaturahmi dengan civitas akademika UIN SGD Bandung. Melalui kerjasamanya dengan beberapa civitas akademika kampus, diantaranya Senat Mahasiswa FISIP dan BEM-J Perbandingan Madzhab dan Hukum, agenda ini ternyata dapat terlandingkan sempurna.
 |
| NOS saat tampil di acara FORDEM |
Night Of Secret, atau lebih dikenal dengan sebutan NOS, yang merupakan band terbilang baru di kampus juga turut memeriahkan agenda tersebut. Band yang digawangi empat orang mahasiswa Fakultas Syari'ah dan Hukum ini, mengaku mendapat kehormatan saat diminta menjadi salah satu pengisi acara. Meski terbilang baru, namun talenta empat mahasiswa ini sudah bisa dibilang sangat mupuni. Ini adalah kali kedua mereka menjadi pengisi acara dalam sebuah agenda besar.
"Pertama sih deg-degan ya. Namanya juga baru lah, tapi kesini-sini mulai bisa nyesuain ," ujar Muiz (20), yang merupakan vokalis utama NOS, saat diwawancara di belakang panggung beberapa waktu lalu.
Muiz juga mengaku kalau para penonton sangat asyik, tapi kendalanya terutama bagi ia yang seorang vokalis, masih belum bisa membawa penonton dan menguasai panggung. Terlepas dari itu, ia sangat puas dan tentunya ada kebanggaan tersendiri dengan penampilan mereka kemarin. Kebanggaannya tersebut didapat juga saat melihat antusias para warga kampus terhadap acara ini, terlebih saat mereka tampil.
Saat ditanya tentang target dan harapan ke depannya, terutama mencuatnya band ini, mereka tak berharap banyak. Mereka lebih mengutamakan konsistensi dalam berkarya dibanding band mereka menjadi mencuat nantinya.
"Jadi gini, banyak band yang ingin terkenal doang tapi tidak konsisten dalam berkarya gitu," tambahnya. Dengan modal ini, mereka dapat menggawangi band mereka dengan kualitas karya nomor satu dibanding pamor. Menjadi salah satu band baru yang patut diperhitungkan dan diapresiasi.
Hadirnya The Kocak's dan Sanggar Obor yang menjadi pendamping mereka mengisi acara, merupakan suatu kehormatan besar. Menurut Muiz, tidak terlepas dari rasa hormat dan kagum mereka terhadap satu musisi dan satu kesenian itu, mereka sangat banyak belajar dari senior-senior mereka tersebut. Bahkan dengan The Kocak's yang sudah mulai merambah kemana-mana, serta Sanggar Obor dengan seni teater tiada akhir.
Anggota lain diantaranya Uji, Fulki, dan Satria adalah mahasiswa-mahasiswa yang berbakat dan mupuni dalam bidang musik. Tak hanya Muiz sebagai seorang vokalis, ternyata ketiga personelnya lainnya tersebut sama-sama memiliki olah vokal bagus tak kalah dengan vokalis utamanya, di samping kemampuan bermusik mereka. Uji seringkali memegang gitar dan keyboard, Satria yang sangat ahli dalam bergitar, serta Fulki juga yang seringnya memainkan gitar dan darbuka. Mereka sama-sama memulai dari nol dan berharap selalu maju ke angka-angka berikutnya. (Shalha Nurul Afifah)
ADS HERE !!!